Full Day School ? Indonesia harus belajar dari Finlandia dan Korea !!

Saturday, August 13th, 2016 - Berita

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan ide yang lontarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang akan menerapkan sistem sekolah seharian atau disebut full day school untuk pendidikan SD dan SMP.

Menteri yang kemaren dilantik menggantikan Anies Baswedan ini beralasan bahwa penerapan sistem pendidikan full day school ini bertujuan untuk melindungi anak, yaitu agar anak tidak berkeliaran sendiri saat orang tua mereka masih bekerja.

Muhadjir juga berpendapat bahwa full day school akan membuat anak senang walaupun mereka akan berada di sekolah seharian.

Full Day School

Full Day School

Full Day School Indonesia

Mendikbud memberikan tiga alasan yang membuat full day school ini sangat menyenangkan dan memiliki banyak manfaat untuk diterapkan yaitu :

1. Mata pelajaran tidak ditambah

Penerapan full day school hanya memberikan jam tambahan, dan tidak ada tambahan mata pelajaran. Jam tambahan tersebut diisi dengan kegiatan ekstra kulikuler supaya menjauhkan anak dari hal-hal negatif.

2. Orang tua bisa jemput anak ke sekolah

Selama ini khususnya penduduk di perkotaan setelah anak pulang sekolah dan ke rumah dari rentang jam 1 sampai jam 5 tidak ada yang mengontrol mereka karena kebanyakan orang tua mereka bekerja hingga jam 5 sore, sehingga. Dengan  merapkan full day school orang tua dapat menjemput anak ke sekolah setelah mereka pulang bekerja

3. Membantu sertifikasi guru

Selain bermanfaat bagi siswa dan orang tua, penerapan full day school juga akan bermanfaat bagi guru, karena sistem ini akan memberikan tambahan durasi mengajar bagi guru sehingga memudahkan guru untuk proses sertifikasi.

Baca Juga : Kiat Sukses Anak Belajar

Pro-Kontra

Rencana tersebut menuai banyak reaksi dari masyarakat, salah satunya Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari yang mengungkapkan penolakannya.

Rita berpendapat, bahwa usia SD merupakan masa emas anak, dimana saat itu anak membutuhkan waktu untuk belajar dan bermain, mereka harus banyak mengenal lingkungan. Sehingga penerapan full day school tidak cocok diterapkan untuk mendidik anak SD dan SMP.

Tidak jauh berbeda dengan Rita, artis yang dikenal sebagai master mentalis Dedy Corbuzier juga menolak wacana full day school tersebut.

Menurut, Dedy penerapan full day school hanya akan membuat anak semakin stress dan menganggap gagasan tersebut tidak masuk akal apapun alasan atau programnya, full day school itu salah.

Dedy juga membandingkan rencanan mendikbud tersebut dengan sistem pendidikan di Finlandia, dimana sistem pendidikan negara tersebut terkenal sebagai sistem pendidikan terbaik di dunia. Padahal sekolah di Finlandia hanya 3 jam dan disana anak-anak tidak diberika tugas rumah. sehingga Dedy berpendapat untuk meningkatkan kualitas Pendidikan bukan menambah jam sekolah tapi harus merubah konsep belajarnya.

Belajar dari Korea dan Finlandia

Sebenarnya sistem pendidikan full day school yang sedang digagas oleh mendikbud telah lama dijalankan di Korea Selatan. Pelajar sekolah di Korea Selatan memulai kegiatan belajarnya dari jam enam pagi. mereka memulainya dengan membaca koran agar mendapatkan ide untuk menulis esai di sekolah.

kemudian mereka pergi ke sekolah jam tujuh pagi dan belajar hingga pukul satu siang. sebelum dilanjutkan belajar, mereka diberi waktu untuk istirahat selama satu jam dan belajar lagi hingga jam setengah enam sore. Sebelum makan malam, mereka diwajibkan menonton siaran tv edukasi selama satu jam, kemudian belajar kembali hingga jam sembilan malam.

sesampainya mereka dirumah, anak-anak kores juga harus belajar lagi hingga jam satu malam. begitulah sistem pendidikan full day school yang diterapkan di Korea. Sehingga total jam belajar para pelajar di Korea ini 15 jam lebih lama dibanding pelajar di Amerika Serikat.

Hasilnya sebagaimana yang diungkap oleh Economic Cooperation and Development (OECD), meskipun pelajar di Korea sangat tekun belajar dan lebih lama tetap mereka masih kalah dengan para pelajar di Finlandia. Menurut OEDC, pelajar di Korea mendapatkan nilai matematika lebih rendah dibanding pelajar di Finlandia yang memiliki jam belajar hanya empat jam setiap hari di sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa belajar terlalu lama seperti full day school di Korea akan menyebabkan anak kurang tidur dan olah raga sehingga akan berdampak buruk bagi kesehatan anak.

(Sumber : Kompas.com, Tempo.co)

Full Day School ? Indonesia harus belajar dari Finlandia dan Korea !! | admin | 4.5
Show Buttons
Hide Buttons